Jakarta, 6 Mei 2026 — Hantavirus menjadi salah satu penyakit yang mulai mendapat perhatian karena dapat menular dari hewan pengerat ke manusia dan berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan serius.
Virus ini umumnya dibawa oleh tikus dan hewan pengerat lainnya. Penularan dapat terjadi ketika manusia menghirup partikel dari urine, kotoran, atau air liur hewan yang telah terinfeksi. Kontak langsung dengan hewan pengerat atau lingkungan yang tercemar juga dapat meningkatkan risiko penularan.
Para ahli kesehatan menyebut lingkungan yang kotor dan banyak dihuni tikus menjadi salah satu faktor utama yang mempermudah penyebaran hantavirus. Karena itu, kebersihan rumah dan lingkungan sangat penting untuk mencegah risiko infeksi.
Gejala hantavirus pada tahap awal sering menyerupai flu, seperti demam, nyeri otot, sakit kepala, dan kelelahan. Namun dalam beberapa kasus, kondisi dapat berkembang menjadi gangguan pernapasan serius yang membutuhkan penanganan medis segera.
Selain gangguan paru-paru, infeksi hantavirus juga dapat memengaruhi organ tubuh lain tergantung jenis virus yang menginfeksi. Tingkat keparahan penyakit dapat berbeda pada setiap pasien.
Pengamat kesehatan mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati saat membersihkan area yang kemungkinan menjadi sarang tikus, seperti gudang, loteng, atau tempat lembap yang jarang dibersihkan.
Penggunaan masker dan sarung tangan saat membersihkan area yang tercemar kotoran hewan pengerat dinilai penting untuk mengurangi risiko paparan virus. Selain itu, masyarakat dianjurkan menjaga kebersihan makanan dan menutup akses masuk tikus ke dalam rumah.
Meski kasus hantavirus tidak sebanyak penyakit menular lain, kewaspadaan tetap diperlukan karena infeksi dapat berkembang serius jika tidak ditangani dengan cepat. Pemerintah dan tenaga kesehatan juga terus mengingatkan pentingnya pola hidup bersih dan sehat sebagai langkah pencegahan utama.




