Jakarta, 6 Mei 2026 — Polda Sumatera Selatan memperkuat upaya mitigasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan target menekan munculnya titik api baru di wilayah Sumatera Selatan.
Langkah tersebut dilakukan menjelang periode rawan kebakaran yang biasanya dipengaruhi kondisi cuaca panas dan minim curah hujan. Aparat kepolisian bersama instansi terkait mulai meningkatkan patroli, pemantauan wilayah rawan, serta sosialisasi kepada masyarakat.
Polda Sumsel menyebut pencegahan menjadi fokus utama agar kebakaran tidak meluas dan menimbulkan dampak besar terhadap lingkungan maupun kesehatan masyarakat. Pengawasan terhadap kawasan rawan karhutla juga diperketat untuk mendeteksi potensi titik api sejak dini.
Selain patroli darat, aparat disebut memanfaatkan pemantauan berbasis teknologi untuk memonitor perkembangan kondisi lahan dan mendeteksi kemunculan asap atau api di wilayah tertentu.
Masyarakat dan perusahaan juga diingatkan untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar karena dapat memicu kebakaran besar yang sulit dikendalikan, terutama saat musim kemarau.
Pengamat lingkungan menilai mitigasi dini sangat penting mengingat karhutla dapat menyebabkan kerusakan ekosistem, gangguan kesehatan akibat kabut asap, hingga kerugian ekonomi yang besar.
Pemerintah daerah bersama aparat keamanan dan tim penanggulangan bencana juga terus memperkuat koordinasi agar penanganan karhutla dapat dilakukan lebih cepat dan efektif apabila terjadi kebakaran.
Melalui langkah pencegahan yang diperkuat, aparat berharap wilayah Sumatera Selatan dapat terhindar dari lonjakan titik api dan dampak kabut asap yang selama ini menjadi persoalan serius di sejumlah daerah.




