Jakarta, 10 Mei 2026 – Para calon manajer Koperasi Desa Merah Putih yang telah lolos proses seleksi akan mengikuti pendidikan dan pelatihan intensif selama sekitar satu setengah bulan. Program tersebut disiapkan untuk membentuk sumber daya manusia yang profesional dan siap mengelola koperasi desa secara modern.
Kementerian terkait menyebut pelatihan akan mencakup berbagai materi penting, mulai dari manajemen koperasi, pengelolaan keuangan, kepemimpinan, hingga pemanfaatan teknologi digital dalam pengembangan usaha desa. Para peserta juga akan dibekali pemahaman mengenai tata kelola bisnis yang transparan dan berkelanjutan.
Program pendidikan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat koperasi desa sebagai penggerak ekonomi masyarakat di tingkat lokal. Pemerintah berharap koperasi tidak hanya menjadi lembaga simpan pinjam, tetapi juga mampu berkembang menjadi pusat aktivitas ekonomi produktif di desa.
Selain teori, peserta pelatihan disebut akan mendapatkan praktik langsung dan pendampingan agar lebih siap menghadapi tantangan di lapangan. Pengembangan kemampuan komunikasi dan pelayanan masyarakat juga menjadi salah satu fokus pembelajaran.
Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia menilai kualitas manajemen menjadi faktor penting dalam keberhasilan koperasi. Karena itu, proses seleksi dan pendidikan calon manajer dibuat lebih ketat agar menghasilkan tenaga pengelola yang kompeten dan memiliki integritas.
Pengamat ekonomi kerakyatan menilai langkah tersebut dapat membantu meningkatkan profesionalisme koperasi di Indonesia. Selama ini, banyak koperasi dinilai sulit berkembang karena lemahnya manajemen dan minimnya kemampuan pengelolaan usaha.
Pemerintah berharap para calon manajer yang telah menyelesaikan pendidikan nantinya mampu membawa koperasi desa menjadi lebih produktif, mandiri, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Program ini juga diharapkan memperkuat peran koperasi sebagai salah satu fondasi ekonomi nasional berbasis kerakyatan.







