Jakarta, 5 Mei 2026 – Gelombang panas dengan suhu mencapai 42 derajat Celsius melanda Arab Saudi dan berdampak pada kondisi jemaah Ibadah Haji, terutama kalangan lanjut usia. Sejumlah jemaah dilaporkan mengalami kelelahan fisik hingga harus mendapatkan penanganan medis.
Kondisi suhu yang tinggi menjadi tantangan berat bagi jemaah, khususnya saat menjalankan rangkaian ibadah di luar ruangan dalam waktu yang cukup lama. Lansia menjadi kelompok yang paling rentan karena daya tahan tubuh yang lebih rendah terhadap paparan panas ekstrem.
Petugas kesehatan di lokasi telah disiagakan untuk memberikan bantuan cepat bagi jemaah yang mengalami gangguan seperti dehidrasi, pusing, dan kelelahan akibat panas. Pos kesehatan juga terus memantau kondisi jemaah untuk mencegah risiko yang lebih serius.
Penyelenggara haji mengimbau seluruh jemaah untuk menjaga kondisi tubuh dengan memperbanyak minum air, menggunakan pelindung seperti payung atau topi, serta mengatur waktu aktivitas agar tidak terlalu lama berada di bawah terik matahari.
Ahli kesehatan menegaskan pentingnya adaptasi terhadap cuaca ekstrem, terutama bagi jemaah lansia. Istirahat yang cukup dan mengikuti arahan petugas dinilai menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan selama menjalankan ibadah.
Dengan kondisi suhu yang masih tinggi, jemaah diharapkan tetap waspada dan memprioritaskan kesehatan agar seluruh rangkaian ibadah dapat dijalankan dengan aman dan lancar.





