Jakarta, 21 Oktober 2026 – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus memperkuat transformasi bisnis dan pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjelang peringatan hari ulang tahun ke-131 pada 16 Desember 2026. Momentum tersebut menjadi kesempatan bagi perseroan untuk mempertegas komitmennya dalam menghadirkan layanan keuangan yang semakin modern, inklusif, dan berkelanjutan. Sebagai salah satu bank dengan fokus utama pada segmen UMKM, BRI berupaya menjaga relevansi bisnis di tengah perubahan kebutuhan masyarakat dan perkembangan teknologi digital. Transformasi yang dijalankan tidak hanya diarahkan pada peningkatan kinerja perusahaan, tetapi juga untuk memperluas akses layanan perbankan bagi pelaku usaha. Melalui berbagai inisiatif strategis, BRI ingin memastikan pertumbuhan bisnis berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Peringatan HUT ke-131 menjadi momentum penting untuk mengevaluasi perjalanan panjang BRI dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat Indonesia. Sejak didirikan pada 16 Desember 1895, BRI memiliki keterkaitan erat dengan pengembangan layanan keuangan bagi masyarakat kecil dan pelaku usaha. Dalam perkembangannya, perseroan terus menyesuaikan model bisnis dengan kebutuhan ekonomi yang semakin kompleks. Perubahan perilaku nasabah, meningkatnya penggunaan teknologi, serta persaingan industri jasa keuangan mendorong BRI untuk melakukan pembaruan secara berkelanjutan. Langkah tersebut diperlukan agar layanan perbankan tetap mudah diakses sekaligus mampu memenuhi standar keamanan dan efisiensi. BRI juga berupaya mempertahankan perannya sebagai mitra pertumbuhan ekonomi masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.
Transformasi bisnis menjadi salah satu fokus utama BRI dalam memperkuat daya saing perusahaan. Perseroan terus mengembangkan layanan berbasis digital untuk memberikan pengalaman transaksi yang lebih praktis dan efisien kepada nasabah. Penguatan aplikasi perbankan, sistem pembayaran, serta integrasi layanan keuangan menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan. Di sisi lain, transformasi juga mencakup pembenahan proses operasional, pengelolaan risiko, dan peningkatan produktivitas jaringan kerja. BRI berupaya memastikan bahwa perkembangan teknologi dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, termasuk nasabah yang berada di daerah dengan akses layanan keuangan terbatas. Dengan pendekatan tersebut, digitalisasi diharapkan menjadi sarana memperluas inklusi keuangan, bukan sekadar perubahan cara bertransaksi.
Salah satu layanan digital yang terus dikembangkan BRI adalah BRImo, aplikasi perbankan yang memungkinkan nasabah melakukan berbagai transaksi melalui telepon seluler. Melalui layanan tersebut, pengguna dapat melakukan transfer dana, pembayaran tagihan, pembelian produk digital, serta mengakses berbagai kebutuhan perbankan lainnya. Pengembangan BRImo menjadi bagian dari strategi BRI dalam menyesuaikan layanan dengan perubahan kebiasaan masyarakat. Semakin luasnya penggunaan layanan digital juga menuntut penguatan sistem keamanan untuk melindungi data dan transaksi nasabah. Oleh karena itu, transformasi teknologi perlu berjalan bersama peningkatan literasi keamanan digital. BRI diharapkan dapat terus menghadirkan inovasi yang mempermudah transaksi sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap layanan perbankan.
Selain transformasi digital, pemberdayaan UMKM tetap menjadi fondasi utama strategi pertumbuhan BRI. Hingga akhir Juni 2026, portofolio kredit UMKM perseroan mencapai Rp1.235,4 triliun atau tumbuh 8,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Jumlah tersebut mencerminkan besarnya peran BRI dalam menyediakan akses pembiayaan bagi pelaku usaha kecil dan menengah. Perseroan juga memperkuat berbagai program pendampingan agar pelaku usaha tidak hanya memperoleh modal, tetapi mampu meningkatkan kapasitas produksi dan memperluas pasar. Melalui pendekatan tersebut, BRI berupaya membantu UMKM berkembang menjadi usaha yang lebih produktif dan berdaya saing. Pemberdayaan ini menjadi bagian dari komitmen perseroan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih merata.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui sejumlah program pemberdayaan yang menjangkau masyarakat hingga tingkat desa. Program Desa BRILiaN telah menjangkau lebih dari 5.700 desa, sedangkan Klasterku Hidupku telah mendukung lebih dari 44 ribu kelompok usaha. BRI juga mengembangkan platform LinkUMKM yang telah menjangkau sekitar 17,3 juta pelaku usaha hingga Juni 2026. Melalui platform tersebut, pelaku UMKM dapat memperoleh dukungan untuk meningkatkan kemampuan bisnis, mengembangkan jaringan, dan memperluas peluang pasar. Sementara itu, pendampingan melalui Rumah BUMN telah melibatkan sekitar 596 ribu pelaku UMKM. Berbagai program tersebut dirancang untuk membangun ekosistem usaha yang lebih kuat dan berkelanjutan.
Dalam rangka menyambut HUT ke-131, BRI secara resmi menggelar kegiatan pembukaan rangkaian perayaan di Kantor Pusat BRI, Jakarta, pada Selasa (20/10/2026). Acara tersebut dihadiri Komisaris Utama BRI Kartika Wirjoatmodjo, Group CEO BRI Hery Gunardi, jajaran komisaris dan direksi, serta perwakilan pegawai dari berbagai wilayah Indonesia. Pada peringatan tahun ini, BRI mengusung tema Tumbuh Berkelanjutan, Memajukan Negeri sebagai gambaran arah pengembangan perusahaan. Tema tersebut menekankan pentingnya pertumbuhan bisnis yang berjalan bersama pemberdayaan masyarakat dan kepedulian terhadap lingkungan. Rangkaian kegiatan perayaan juga menjadi sarana mempererat kebersamaan seluruh insan BRI dalam mendukung transformasi perusahaan. Momentum ini diharapkan dapat memperkuat budaya kerja yang adaptif, inovatif, dan berorientasi pada pelayanan.
Memasuki usia ke-131 tahun, BRI berupaya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis, inovasi layanan, dan kontribusi terhadap pembangunan nasional. Penguatan layanan digital, perluasan pembiayaan UMKM, serta pengembangan program pemberdayaan menjadi bagian penting dari strategi jangka panjang perseroan. Melalui transformasi yang berkelanjutan, BRI diharapkan mampu menghadapi perubahan industri perbankan sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat yang semakin beragam. Dukungan terhadap pelaku usaha kecil juga menjadi langkah strategis dalam memperkuat aktivitas ekonomi dan menciptakan peluang pertumbuhan di berbagai daerah. Perseroan menempatkan pemberdayaan ekonomi kerakyatan sebagai bagian dari tanggung jawabnya dalam mendukung pembangunan Indonesia. Dengan semangat peringatan HUT ke-131, BRI berkomitmen terus berkembang bersama masyarakat serta memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan perekonomian nasional.




