Jakarta, 26 Mei 2026 – PT Bank Rakyat Indonesia terus memperluas layanan transaksi digital lintas negara melalui pengembangan sistem QRIS Cross Border yang kini telah terhubung dengan jaringan pembayaran internasional Alipay dan UnionPay. Langkah ini dilakukan untuk mendukung kemudahan transaksi wisatawan asing maupun masyarakat Indonesia yang melakukan pembayaran di berbagai negara menggunakan sistem digital berbasis kode QR. Integrasi tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam memperkuat ekosistem pembayaran non-tunai nasional sekaligus mempercepat transformasi digital sektor keuangan Indonesia. Dengan konektivitas yang semakin luas, pengguna kini dapat melakukan transaksi lebih praktis tanpa harus menukarkan uang tunai dalam jumlah besar ketika berada di luar negeri. Kehadiran sistem pembayaran lintas negara ini juga diperkirakan akan memberikan dampak positif terhadap sektor pariwisata dan perdagangan internasional yang terus berkembang.
Melalui sistem QRIS Cross Border, wisatawan asing yang menggunakan aplikasi pembayaran berbasis Alipay maupun kartu dan layanan UnionPay disebut dapat melakukan transaksi langsung di merchant yang mendukung QRIS di Indonesia. Sebaliknya, masyarakat Indonesia juga semakin dimudahkan ketika bertransaksi di sejumlah negara mitra yang telah mendukung sistem pembayaran serupa. Pengembangan ini dianggap penting karena tren pembayaran digital global terus meningkat seiring perubahan perilaku masyarakat yang semakin mengutamakan transaksi cepat, aman, dan praktis. Selain memperluas akses pembayaran, integrasi lintas negara juga dinilai membantu pelaku usaha lokal karena membuka peluang transaksi yang lebih besar dari wisatawan internasional. Merchant kecil hingga pelaku UMKM di berbagai daerah kini memiliki kesempatan menjangkau konsumen asing tanpa memerlukan sistem pembayaran yang rumit.
Pengamat ekonomi digital menilai perluasan QRIS Cross Border menunjukkan bahwa Indonesia mulai memainkan peran lebih besar dalam integrasi sistem pembayaran regional dan global. Dalam beberapa tahun terakhir, penggunaan QRIS di dalam negeri mengalami pertumbuhan pesat karena dianggap lebih mudah diakses dibanding metode pembayaran konvensional. Dengan konektivitas internasional, sistem tersebut kini tidak hanya mendukung transaksi domestik, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia dalam pengembangan ekonomi digital kawasan Asia. Integrasi dengan platform besar seperti Alipay dan UnionPay dinilai menjadi langkah strategis karena kedua jaringan tersebut memiliki jutaan pengguna aktif di berbagai negara. Hal ini dapat meningkatkan potensi transaksi lintas negara, terutama di pusat wisata, perdagangan, dan sektor jasa yang banyak dikunjungi wisatawan asing.
Selain memberikan kemudahan bagi pengguna, pengembangan sistem pembayaran lintas negara juga dipandang mampu meningkatkan efisiensi transaksi dan transparansi keuangan digital. Penggunaan QRIS Cross Border memungkinkan proses pembayaran berlangsung secara real time dengan konversi mata uang yang lebih praktis dibanding metode tunai tradisional. Pelaku usaha juga memperoleh keuntungan karena pembayaran dapat langsung tercatat secara digital sehingga membantu pengelolaan transaksi harian. Di tengah pertumbuhan ekonomi digital yang semakin cepat, sistem pembayaran modern menjadi salah satu infrastruktur penting untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat. Pemerintah dan sektor perbankan pun terus mendorong peningkatan literasi keuangan digital agar masyarakat semakin nyaman menggunakan teknologi pembayaran berbasis elektronik.
BRI menyatakan pengembangan layanan ini akan terus diperluas melalui kerja sama dengan lebih banyak mitra internasional di masa mendatang. Perusahaan berharap integrasi sistem pembayaran global dapat membantu memperkuat daya saing ekonomi digital Indonesia sekaligus meningkatkan kenyamanan transaksi bagi masyarakat dan wisatawan. Dengan semakin luasnya penggunaan QRIS Cross Border, Indonesia diperkirakan akan menjadi salah satu negara dengan sistem pembayaran digital regional yang semakin terhubung secara internasional. Transformasi tersebut juga dinilai mampu mendorong pertumbuhan sektor pariwisata, UMKM, dan perdagangan lintas negara secara lebih efisien. Ke depan, penguatan infrastruktur pembayaran digital diyakini akan menjadi bagian penting dalam mendukung perkembangan ekonomi modern yang semakin terkoneksi tanpa batas geografis.





