Jakarta, 31 Oktober 2026 – Indonesian Tennis Society (ITS) memperkenalkan ekosistem kompetisi tenis amatir berbasis poin yang bertujuan menghadirkan pengalaman pertandingan lebih terstruktur bagi para penggemar olahraga tenis di Indonesia. Inisiatif yang dikembangkan oleh CX PRO Indonesia tersebut menggabungkan penyelenggaraan turnamen, pengelompokan kemampuan pemain, serta sistem pemeringkatan melalui platform digital. Kehadiran ITS menjadi salah satu upaya menjawab kebutuhan komunitas tenis amatir terhadap kompetisi yang tidak hanya berorientasi pada kemenangan, tetapi juga memperhatikan perkembangan kemampuan peserta. Melalui mekanisme pengumpulan poin, pemain diharapkan dapat memantau perjalanan kompetitif mereka secara berkelanjutan dari satu turnamen ke turnamen berikutnya. Sistem tersebut juga dirancang untuk memberikan penghargaan terhadap keterlibatan peserta yang aktif mengikuti pertandingan. Dengan pendekatan ini, ITS berupaya membangun lingkungan olahraga yang lebih kompetitif, inklusif, dan memiliki kesinambungan dalam pengelolaannya.
Peluncuran konsep Indonesian Tennis Society menjadi bagian dari upaya CX PRO Indonesia menerapkan pendekatan pengalaman pelanggan atau customer experience dalam kegiatan olahraga komunitas. Pendiri CX PRO Indonesia, Donny Widyanto, menilai bahwa penyelenggaraan kompetisi tenis amatir masih menghadapi sejumlah tantangan yang perlu mendapatkan perhatian. Salah satunya adalah belum tersedianya sistem yang mampu menghubungkan hasil pertandingan dari berbagai turnamen secara konsisten. Kondisi tersebut dapat menyulitkan pemain dalam mengukur perkembangan keterampilan mereka setelah mengikuti sejumlah kompetisi. Selain itu, perbedaan tingkat kemampuan peserta terkadang menyebabkan pertandingan berlangsung kurang seimbang sehingga pengalaman bermain menjadi kurang optimal. Melalui ITS, penyelenggara berupaya menghadirkan mekanisme yang memungkinkan setiap pemain memperoleh pengalaman kompetisi sesuai kemampuan dan perkembangan masing-masing.
Salah satu fitur utama yang diperkenalkan ITS adalah pengelompokan pemain ke dalam enam kategori berdasarkan tingkat keterampilan. Kategori tersebut meliputi Beginner, Upper Beginner, Intermediate, Upper Intermediate, Advanced, dan Upper Advanced. Pembagian ini dirancang agar peserta dapat bertanding menghadapi lawan dengan kemampuan relatif setara sehingga pertandingan berlangsung lebih kompetitif. Bagi pemain pemula, sistem tersebut memberikan kesempatan untuk membangun pengalaman tanpa harus langsung menghadapi peserta yang memiliki kemampuan jauh lebih tinggi. Sementara itu, pemain yang telah berpengalaman tetap memperoleh ruang untuk meningkatkan keterampilan melalui persaingan pada kategori yang lebih menantang. Pengelompokan berdasarkan kemampuan juga membantu penyelenggara menyusun pertandingan secara lebih terarah. Dengan mekanisme tersebut, ITS berharap kompetisi amatir dapat menjadi sarana pengembangan kemampuan yang lebih efektif sekaligus memberikan pengalaman pertandingan yang menyenangkan.
Selain pengelompokan kemampuan, ITS memperkenalkan dua jenis poin yang memiliki fungsi berbeda dalam perjalanan kompetisi pemain. Jenis pertama adalah Ranking Points yang digunakan sebagai dasar pemeringkatan sekaligus mendukung kenaikan tingkat kemampuan peserta. Melalui sistem tersebut, hasil pertandingan dapat memberikan kontribusi terhadap perkembangan posisi pemain dalam kompetisi berikutnya. Jenis kedua adalah Redeem Points yang memungkinkan peserta menukarkan poin dengan produk dari mitra penyelenggara sesuai ketentuan program. Mekanisme ini dirancang sebagai bentuk apresiasi terhadap keterlibatan pemain sehingga pengalaman mengikuti turnamen tidak hanya ditentukan oleh keberhasilan meraih gelar juara. Penggabungan poin kompetisi dan penghargaan tersebut diharapkan dapat mendorong partisipasi yang lebih konsisten. Konsep ini juga menjadi bagian dari upaya ITS membangun hubungan jangka panjang antara peserta, penyelenggara, dan komunitas tenis amatir. ANTARA News
Seluruh hasil pertandingan dan perkembangan peringkat pemain dirancang terintegrasi melalui platform digital Indonesian Tennis Society yang dapat diakses secara daring. Platform tersebut memungkinkan peserta memantau perkembangan peringkat mereka setelah mengikuti berbagai turnamen dalam ekosistem ITS. Selain menampilkan pemeringkatan individu, sistem juga dirancang untuk menyediakan informasi mengenai posisi tim dalam kompetisi. Pencatatan terpusat menjadi salah satu komponen penting karena memungkinkan hasil pertandingan terdokumentasi secara lebih konsisten. Bagi penyelenggara, integrasi digital dapat membantu mengurangi keterputusan informasi antara satu kegiatan dan kegiatan berikutnya. Sementara itu, pemain memperoleh gambaran mengenai pencapaian mereka serta target perkembangan yang ingin diraih pada kompetisi selanjutnya. Melalui sistem yang lebih transparan, ITS berharap dapat membangun keterlibatan komunitas yang tidak berhenti ketika sebuah turnamen selesai diselenggarakan. Mitra Jakarta
Pengembangan ITS juga memperlihatkan penerapan konsep customer experience yang sebelumnya banyak digunakan dalam industri jasa, perdagangan, dan teknologi. Salah satu pendiri CX Indonesia, Yanuar Rezqi, menilai pendekatan tersebut dapat diterapkan untuk membangun pengalaman olahraga yang lebih berkesinambungan. Dalam konteks kompetisi tenis, pengalaman peserta tidak hanya mencakup pertandingan di lapangan, tetapi juga proses pendaftaran, pengelompokan kemampuan, pencatatan hasil, dan penghargaan atas partisipasi. Setiap tahapan tersebut memiliki peran dalam menentukan kenyamanan sekaligus motivasi pemain untuk kembali mengikuti kegiatan berikutnya. Donny Widyanto menjelaskan bahwa pengembangan ITS merupakan langkah awal penerapan konsep serupa pada cabang olahraga lainnya. Prinsip yang digunakan menekankan bahwa setiap peran dan aktivitas peserta dapat menjadi bagian dari proses perkembangan yang berkelanjutan. Apabila diterapkan secara konsisten, pendekatan tersebut berpotensi memperluas manfaat kompetisi olahraga komunitas di luar pencapaian hasil pertandingan semata. ANTARA News+1
Kehadiran Indonesian Tennis Society diharapkan memberikan pilihan baru bagi masyarakat yang ingin mengikuti kompetisi tenis amatir secara lebih teratur dan terukur. Melalui pembagian kategori kemampuan, peserta memiliki kesempatan bertanding dengan lawan yang relatif seimbang sekaligus meningkatkan keterampilan secara bertahap. Sistem Ranking Points memberikan gambaran mengenai perkembangan kompetitif pemain, sedangkan Redeem Points menawarkan bentuk apresiasi tambahan atas keterlibatan mereka. Keberhasilan penerapan konsep tersebut akan bergantung pada konsistensi penyelenggaraan turnamen, kejelasan mekanisme penilaian, serta kemampuan platform digital menjaga akurasi informasi. Dukungan komunitas dan mitra penyelenggara juga menjadi faktor penting untuk memperluas partisipasi sekaligus mempertahankan keberlanjutan program. Dengan menggabungkan olahraga, teknologi, dan pendekatan pengalaman peserta, ITS berupaya menghadirkan model kompetisi yang lebih terhubung dengan kebutuhan pemain amatir. Inisiatif ini sekaligus membuka peluang pengembangan ekosistem olahraga komunitas yang mengutamakan sportivitas, peningkatan kemampuan, dan keterlibatan jangka panjang.




