Jakarta, 7 Oktober 2026 –
Momen emosional terselip di balik keberhasilan Timnas Indonesia menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026 setelah menaklukkan Thailand pada partai final di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin, 5 Oktober 2026. Bek Timnas Indonesia Elkan Baggott terlihat berbincang dengan Ketua Umum PSSI Erick Thohir setelah pertandingan berakhir. Pertemuan di sekitar lorong dan ruang ganti stadion tersebut kemudian ditutup dengan pelukan hangat. Elkan menyampaikan rasa terima kasih atas perubahan yang dirasakannya selama memperkuat skuad Garuda. Suasana tersebut menjadi salah satu cerita tersendiri di tengah perayaan gelar juara Indonesia.
Dalam percakapan tersebut, Elkan memberikan apresiasi kepada Erick atas perkembangan yang terjadi dalam sepak bola Indonesia. Erick merespons dengan merendah dan justru memberikan kredit kepada Elkan serta para pemain yang telah berjuang di lapangan. Namun, bek berusia 23 tahun tersebut tetap menegaskan pandangannya bahwa perubahan turut dirasakan pada tim nasional dan federasi. Elkan kemudian menyampaikan rasa terima kasih sebelum keduanya berpelukan. Interaksi singkat itu memperlihatkan rasa saling menghargai setelah Indonesia melewati turnamen dengan hasil terbaik.
Momen tersebut terasa semakin istimewa karena Elkan menjadi salah satu pemain yang memainkan peran penting dalam final melawan Thailand. Indonesia harus menjalani pertandingan selama 120 menit setelah kedua tim terlibat duel ketat. Garuda sempat berada dalam posisi tertinggal 1-2 pada babak tambahan. Ketika pertandingan memasuki menit-menit akhir, Elkan muncul dengan mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-116. Gol tersebut membuat skor berubah menjadi 2-2 sekaligus membawa pertandingan menuju adu penalti.
Elkan kembali mendapatkan tanggung jawab ketika pertandingan harus ditentukan melalui titik putih. Bek bertubuh tinggi tersebut berhasil menjalankan tugasnya sebagai salah satu eksekutor Indonesia. Garuda akhirnya memenangkan adu penalti dengan skor 4-2 dan memastikan gelar FIFA ASEAN Cup 2026. Keberhasilan tersebut sekaligus menutup pertandingan dramatis yang berlangsung hingga babak tambahan. Bagi Elkan, kontribusi melalui gol dan penalti membuat final tersebut menjadi salah satu pertandingan penting dalam perjalanan kariernya bersama Timnas Indonesia.
Perjalanan Indonesia menuju gelar juara juga diwarnai perkembangan skuad yang semakin kompetitif. Kombinasi pemain dengan pengalaman berbeda memberikan lebih banyak pilihan dalam menghadapi lawan. Elkan menjadi bagian penting dari lini pertahanan sekaligus menunjukkan kemampuannya memberikan kontribusi dalam situasi menyerang. Gol pada menit ke-116 menjadi bukti bahwa pemain belakang dapat memainkan peran menentukan ketika tim membutuhkan gol. Ketangguhan mental para pemain kemudian kembali terlihat dalam adu penalti.
Setelah seluruh ketegangan pertandingan berakhir, suasana di sekitar ruang ganti berubah menjadi perayaan. Para pemain, staf pelatih, dan jajaran federasi menikmati keberhasilan setelah melewati rangkaian pertandingan sepanjang turnamen. Di tengah suasana tersebut, Elkan memilih menyampaikan apresiasinya secara langsung kepada Erick. Keduanya kemudian mengabadikan kebersamaan dengan berfoto setelah percakapan tersebut. Momen sederhana itu menjadi bagian dari berbagai cerita yang muncul setelah Indonesia memastikan diri sebagai juara.
Keberhasilan tersebut memiliki arti penting bagi Elkan yang kembali menjadi salah satu figur utama dalam skuad Garuda. Sebagai pemain yang telah cukup lama berada dalam lingkungan Timnas Indonesia, ia mengalami berbagai fase perjalanan tim. Persaingan di dalam skuad semakin meningkat seiring bertambahnya pilihan pemain yang tersedia. Gelar FIFA ASEAN Cup 2026 kemudian menjadi hasil dari perjalanan yang melibatkan pemain, pelatih, ofisial, dan berbagai pihak lainnya. Elkan pun menempatkan keberhasilan tersebut sebagai hasil kerja bersama.
Pelukan Elkan Baggott kepada Erick Thohir akhirnya menjadi salah satu sisi emosional dari pesta juara Timnas Indonesia. Di balik trofi, gol dramatis, dan kemenangan melalui adu penalti, terdapat penghargaan terhadap perjalanan yang telah dilewati bersama. Elkan menutup malam bersejarah itu dengan gol penyama kedudukan, keberhasilan mengeksekusi penalti, serta ucapan terima kasih kepada Ketua Umum PSSI. Setelah euforia gelar juara berakhir, skuad Garuda masih memiliki tantangan berikutnya untuk mempertahankan perkembangan positif. FIFA ASEAN Cup 2026 pun meninggalkan cerita bukan hanya mengenai kemenangan, tetapi juga kebersamaan yang terbangun di dalam tim.




