Jakarta, 12 Mei 2026 – Pemerintah Kota Depok berencana melakukan pengerukan kali sebagai langkah penanganan banjir yang selama bertahun-tahun melanda kawasan Bulak Barat. Upaya tersebut disampaikan langsung oleh wali kota sebagai bagian dari program perbaikan sistem drainase dan pengendalian genangan di wilayah tersebut.
Menurut pemerintah daerah, pendangkalan kali menjadi salah satu penyebab utama banjir yang kerap terjadi saat hujan deras turun. Kondisi saluran air yang menyempit membuat aliran air tidak berjalan optimal hingga akhirnya meluap ke permukiman warga.
Pengerukan direncanakan dilakukan untuk memperbesar kapasitas aliran air sekaligus membersihkan sedimentasi dan sampah yang selama ini menghambat arus sungai. Pemerintah berharap langkah tersebut dapat mengurangi risiko banjir yang rutin dikeluhkan warga.
Kawasan Bulak Barat sendiri diketahui menjadi salah satu titik rawan genangan di Depok, terutama ketika intensitas hujan tinggi terjadi dalam waktu cukup lama. Warga mengaku persoalan banjir sudah berlangsung bertahun-tahun dan berdampak pada aktivitas sehari-hari.
Selain pengerukan kali, pemerintah daerah juga disebut akan melakukan evaluasi terhadap sistem drainase lingkungan dan koordinasi dengan instansi terkait guna memastikan penanganan banjir dilakukan secara menyeluruh.
Pengamat tata kota menilai penanganan banjir di kawasan perkotaan memang membutuhkan kombinasi solusi, mulai dari normalisasi sungai, perbaikan drainase, pengelolaan sampah, hingga pengendalian pembangunan di sekitar aliran air.
Warga menyambut positif rencana pengerukan tersebut dan berharap pengerjaan dapat segera direalisasikan agar masalah banjir tidak terus berulang setiap musim hujan tiba.
Pemerintah Kota Depok menegaskan penanganan banjir menjadi salah satu prioritas karena berkaitan langsung dengan keselamatan, kenyamanan, dan aktivitas masyarakat di wilayah terdampak.






