Jakarta, 21 September 2026 – Program pertukaran pendidikan Erasmus+ milik Uni Eropa berpeluang mengalami perluasan besar dengan masuknya Kanada sebagai negara peserta penuh. Pemerintah Kanada dan Uni Eropa tengah melakukan pembicaraan awal mengenai kemungkinan Ottawa bergabung lebih jauh dalam program mobilitas pendidikan tersebut. Jika kesepakatan tercapai, mahasiswa Eropa berpotensi mendapatkan akses lebih luas untuk mengikuti pertukaran di universitas-universitas Kanada. Sebaliknya, mahasiswa Kanada juga akan memperoleh kesempatan lebih besar untuk belajar di perguruan tinggi berbagai negara Eropa. Rencana tersebut menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan Kanada dan Uni Eropa di bidang pendidikan, penelitian, hingga pengembangan sumber daya manusia. Namun, pembicaraan masih berada pada tahap awal sehingga belum ada daftar universitas Kanada yang dipastikan masuk dalam skema baru tersebut.
Perdana Menteri Kanada Mark Carney secara terbuka menyampaikan keinginan negaranya bergabung dengan Erasmus+ ketika berpidato di Parlemen Eropa di Strasbourg pada 17 September 2026. Carney mengatakan hubungan Kanada dan Eropa perlu diperkuat melalui hubungan langsung antarmasyarakat, termasuk memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk tinggal, bekerja, dan belajar di kedua sisi Atlantik. Keanggotaan Kanada dalam Erasmus+ dinilai dapat memberikan kesempatan lebih besar bagi mahasiswa dari kedua kawasan untuk belajar di universitas berkualitas. Selain memperoleh pengalaman akademik, mobilitas tersebut diharapkan membangun hubungan jangka panjang antara masyarakat Kanada dan Eropa. Pendidikan ditempatkan sebagai salah satu fondasi kerja sama strategis yang lebih luas. Pembicaraan tersebut berjalan beriringan dengan penguatan hubungan Kanada-Uni Eropa dalam penelitian dan inovasi.
Saat ini Kanada sebenarnya sudah dapat berpartisipasi dalam sejumlah kegiatan Erasmus+, tetapi statusnya masih sebagai negara ketiga yang tidak terasosiasi penuh dengan program tersebut. Artinya, perguruan tinggi Kanada dapat mengikuti kegiatan tertentu sepanjang memenuhi persyaratan dan bekerja sama dengan institusi yang memenuhi ketentuan Erasmus+. Institusi pendidikan tinggi Kanada, misalnya, dapat terlibat dalam Erasmus Mundus Joint Masters, Jean Monnet Actions, serta International Credit Mobility melalui mekanisme yang tersedia. Namun, akses tersebut belum sama dengan negara anggota Uni Eropa maupun negara non-Uni Eropa yang berstatus terasosiasi penuh. Negara yang saat ini memiliki akses penuh di luar Uni Eropa antara lain Islandia, Liechtenstein, Norwegia, Türkiye, Makedonia Utara, dan Serbia. Bergabungnya Kanada akan menjadi perkembangan penting karena negara tersebut berada di luar kawasan Eropa.
Perubahan status menjadi peserta yang terasosiasi penuh dapat membuat mobilitas mahasiswa dan staf akademik Kanada-Eropa menjadi lebih sederhana dan luas. Mahasiswa Eropa nantinya berpeluang menjalani sebagian masa studi di universitas Kanada melalui skema pertukaran Erasmus+ apabila ketentuan akhirnya mengakomodasi hal tersebut. Mahasiswa Kanada pada saat yang sama dapat memperoleh lebih banyak pilihan perguruan tinggi tujuan di Eropa. Skema Erasmus+ tidak berarti kampus Kanada secara fisik menjadi bagian dari universitas Eropa. Perguruan tinggi tersebut tetap berada dalam sistem pendidikan Kanada, tetapi dapat menjadi institusi pengirim maupun penerima peserta program mobilitas. Karena negosiasi belum selesai, mekanisme pendanaan, jumlah peserta, universitas yang terlibat, dan jadwal implementasinya belum ditetapkan secara final.
Erasmus+ sendiri merupakan program Uni Eropa yang mendukung pendidikan, pelatihan, kepemudaan, dan olahraga. Salah satu bagian yang paling dikenal adalah mobilitas mahasiswa yang memungkinkan peserta memperoleh pengalaman akademik di negara berbeda. Program tersebut juga mencakup pertukaran staf, kerja sama institusi pendidikan, pengembangan keterampilan, serta sejumlah kegiatan pendidikan lintas negara lainnya. Dalam Erasmus Mundus Joint Masters, mahasiswa bahkan dapat mengikuti program magister yang dirancang dan diselenggarakan bersama oleh konsorsium perguruan tinggi dari sejumlah negara. Mahasiswa dari berbagai negara di dunia dapat mendaftar dan kandidat terbaik berkesempatan memperoleh beasiswa penuh. Dukungan dapat mencakup biaya partisipasi serta kontribusi terhadap biaya perjalanan, visa, dan kehidupan selama masa studi.
Kanada sebelumnya sudah memiliki hubungan dengan Erasmus+ melalui berbagai proyek kerja sama internasional. Pemerintah Kanada pada akhir 2025 bahkan menginformasikan peluang pendanaan Erasmus+ yang dapat diikuti institusi pendidikan tinggi Kanada untuk tahun 2026. Dalam skema International Credit Mobility, perguruan tinggi Kanada dapat menjadi organisasi pengirim maupun penerima apabila terlibat bersama mitra dari negara Uni Eropa atau negara yang terasosiasi dengan Erasmus+. Institusi Kanada juga dapat terlibat dalam konsorsium Erasmus Mundus Joint Masters dengan perguruan tinggi internasional lainnya. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa keterlibatan Kanada bukan sesuatu yang benar-benar baru. Hal yang sedang dibicarakan sekarang adalah memperluas status dan akses Kanada terhadap keseluruhan ekosistem program.
Rencana perluasan Erasmus+ juga berkaitan dengan rancangan program untuk periode berikutnya. Uni Eropa sedang mempersiapkan Erasmus+ generasi 2028–2034 dengan usulan anggaran yang jauh lebih besar dibandingkan periode sebelumnya. Komisi Eropa mengusulkan anggaran sekitar 40,8 miliar euro, naik dari sekitar 26,2 miliar euro pada periode tujuh tahun saat ini. Penambahan anggaran dimaksudkan untuk memperluas kesempatan mobilitas pendidikan sekaligus memperkuat kerja sama internasional. Apabila Kanada berhasil mencapai kesepakatan sebelum periode baru dimulai, negara tersebut berpotensi mendapatkan posisi lebih besar dalam jaringan mobilitas pendidikan Eropa. Namun, partisipasi penuh kemungkinan juga membutuhkan kontribusi finansial dari pemerintah Kanada. Rincian mengenai besarnya kontribusi tersebut menjadi salah satu hal yang masih perlu dinegosiasikan.
Selain Erasmus+, Kanada juga menunjukkan minat memperdalam keterlibatan dalam program penelitian Uni Eropa. Carney menyatakan Kanada ingin berpartisipasi dalam generasi berikutnya dari Horizon, program pendanaan penelitian dan inovasi utama Uni Eropa. Kanada saat ini sudah berasosiasi dengan Pilar II Horizon Europe yang mendukung penelitian kolaboratif mengenai tantangan global dan daya saing industri. Keterlibatan lebih jauh diharapkan memungkinkan lembaga penelitian dan universitas Kanada bekerja lebih erat dengan mitra Eropa. Bidang yang berpotensi mendapat perhatian mencakup kecerdasan buatan, teknologi strategis, energi, mineral kritis, ruang angkasa, dan berbagai penelitian mutakhir lainnya. Pendidikan tinggi dan penelitian dengan demikian menjadi bagian penting dalam hubungan baru yang sedang dibangun kedua pihak.
Bagi mahasiswa internasional, termasuk dari Indonesia, perkembangan tersebut juga menarik untuk diperhatikan. Erasmus Mundus Joint Masters saat ini sudah menerima pelamar dari berbagai negara di dunia sehingga mahasiswa Indonesia tidak harus menunggu Kanada menjadi anggota penuh untuk mencoba sejumlah program yang tersedia. Program Erasmus Mundus biasanya melibatkan setidaknya tiga institusi pendidikan tinggi dari tiga negara berbeda dan mensyaratkan mobilitas fisik selama masa studi. Beberapa konsorsium juga dapat melibatkan universitas di luar Eropa sepanjang memenuhi ketentuan program. Jika partisipasi Kanada diperluas, pilihan institusi dan jalur mobilitas dalam berbagai program berpotensi semakin beragam. Namun, detail setiap program tetap ditentukan oleh konsorsium dan universitas penyelenggara masing-masing.
Dengan demikian, kabar bahwa kampus-kampus Kanada bakal masuk lebih jauh ke dalam Erasmus+ memiliki dasar dari pembicaraan resmi yang sedang berlangsung, tetapi belum berarti seluruh universitas Kanada otomatis menjadi bagian program. Kanada saat ini masih berstatus negara ketiga yang tidak terasosiasi penuh dan baru menjajaki peningkatan partisipasi. Belum ada daftar resmi kampus Kanada yang akan bergabung, kuota mahasiswa, maupun tanggal dimulainya skema baru. Hasil negosiasi Ottawa dan Brussels akan menentukan seberapa luas mahasiswa Kanada dan Eropa dapat memanfaatkan program tersebut. Jika kesepakatan akhirnya tercapai, Erasmus+ dapat berkembang menjadi jembatan pendidikan trans-Atlantik yang jauh lebih besar. Mahasiswa pun berpotensi mendapatkan pilihan destinasi studi yang semakin luas, tidak hanya di Eropa tetapi juga di berbagai universitas Kanada.




