Jakarta, 22 September 2026 – Mantan pemain Tottenham Hotspur dan Timnas Inggris, Andros Townsend, mengalami insiden mengerikan ketika memperkuat PT Prachuap di kompetisi Thai League 1. Pemain berusia 35 tahun itu tertabrak hingga sebagian tubuhnya terlindas mesin penggilas lapangan bermotor saat melakukan pemanasan. Peristiwa terjadi ketika Prachuap menghadapi Pattani pada Sabtu, 19 September 2026. Townsend terjatuh setelah tidak menyadari kendaraan perawatan lapangan bergerak menuju arahnya. Beruntung, insiden yang terlihat serius tersebut tidak menyebabkan cedera berat.
Townsend ketika itu tidak masuk dalam susunan pemain utama dan melakukan pemanasan bersama sejumlah pemain cadangan pada jeda pertandingan. Saat bergerak keluar dari area latihan untuk menyambut sebuah operan, ia tidak melihat mesin penggilas yang dikendarai petugas lapangan mendekat. Kendaraan tersebut kemudian menghantam tubuhnya hingga Townsend jatuh ke permukaan lapangan. Mesin terus bergerak melewati kedua kakinya dan hampir mencapai bagian pinggang sebelum akhirnya berhenti. Rekan-rekan setim yang berada di sekitar lokasi langsung bergegas memberikan pertolongan.
Townsend kemudian mengungkapkan bahwa dirinya sempat membayangkan kemungkinan terburuk ketika berada di bawah mesin tersebut. Kekhawatirannya semakin besar karena pergelangan kaki dan lutut kirinya pernah menjalani operasi sebelumnya. Ia mengira salah satu bagian tersebut mengalami patah tulang akibat tekanan kendaraan yang berada di atas tubuhnya. Townsend berusaha menggunakan tangan dan lengannya untuk mengurangi tekanan sambil meminta bantuan pemain lain. Setelah berhasil dibebaskan, ia ternyata hanya mengalami benturan dan memar tanpa kerusakan serius.
Rekaman kejadian yang beredar kemudian membuat insiden tersebut terlihat jauh lebih mengkhawatirkan. Townsend sendiri mengaku merasa ngeri setiap kali melihat kembali video ketika mesin itu melindas tubuhnya. Ia menyadari kejadian tersebut bisa saja menghasilkan konsekuensi yang jauh lebih berat bagi karier maupun keselamatannya. Namun, posisi tubuhnya ketika jatuh membuat tekanan kendaraan tidak sampai menyebabkan patah tulang. Pemeriksaan setelah kejadian juga memastikan dirinya masih dapat bergerak dan melanjutkan aktivitas.
Hal yang paling mengejutkan, Townsend tidak langsung mengakhiri keterlibatannya dalam pertandingan. Setelah mendapatkan pertolongan dan memastikan kondisinya cukup baik, ia kembali melanjutkan pemanasan. Townsend bahkan akhirnya dimainkan sebagai pemain pengganti pada menit-menit akhir pertandingan. Prachuap menutup laga tersebut dengan kemenangan telak 3-0 atas Pattani. Dengan demikian, hanya beberapa saat setelah mengalami kecelakaan yang berpotensi serius, Townsend sudah kembali berada di lapangan sebagai pemain.
Townsend bahkan memilih menanggapi pengalaman tersebut dengan humor melalui media sosial. Ia membandingkan kejadian di Thailand dengan pengalaman menjalani pertandingan tandang di markas Stoke City yang selama bertahun-tahun dikenal memiliki reputasi sebagai tempat sulit bagi tim tamu di sepak bola Inggris. Unggahan tersebut memperlihatkan bahwa kondisinya relatif baik setelah kecelakaan. Meski demikian, Townsend mengakui situasi sebenarnya sangat menakutkan ketika ia berada tepat di bawah kendaraan berat tersebut. Ia merasa sangat beruntung bisa meninggalkan lapangan tanpa cedera besar.
Kendaraan yang terlibat dalam kejadian tersebut bukan mesin pemotong rumput biasa, melainkan motorised pitch roller atau mesin penggilas yang digunakan untuk meratakan dan memadatkan permukaan lapangan. Sejumlah pemberitaan dan unggahan media sosial sempat menyebutnya sebagai mesin pemotong rumput. Rekaman kejadian menunjukkan kendaraan beroda penggilas itu bergerak ketika sejumlah pemain sedang melakukan pemanasan. Insiden terjadi setelah Townsend bergerak ke jalur kendaraan tanpa menyadari mesin tersebut mendekat. Operator kemudian menghentikan kendaraan dan ikut berusaha membebaskan sang pemain.
Townsend merupakan produk akademi Tottenham Hotspur dan menghabiskan sebagian besar karier profesionalnya di Inggris. Setelah menembus tim utama Spurs, ia sempat memperkuat Newcastle United, Crystal Palace, Everton, dan Luton Town. Townsend juga mencatatkan 13 penampilan bersama Timnas Inggris. Kariernya kemudian berlanjut ke Turki bersama Antalyaspor sebelum akhirnya bermain di Thailand. Ia bergabung dengan Prachuap pada Agustus 2026 setelah sebelumnya menjalani satu musim bersama Kanchanaburi Power.
Pengalaman panjang di level tertinggi membuat kejadian tersebut menjadi salah satu insiden paling tidak biasa sepanjang karier Townsend. Ia telah menghadapi berbagai cedera dan operasi selama menjadi pesepak bola profesional, tetapi tidak pernah membayangkan harus berhadapan dengan mesin penggilas lapangan ketika sedang melakukan pemanasan. Townsend mengatakan dirinya bahkan sempat memperhatikan keberadaan mesin tersebut sebelum kejadian karena jarang melihat peralatan seperti itu beroperasi ketika pemain berada di sekitar lapangan. Beberapa saat kemudian, justru dirinya yang berada di bawah kendaraan tersebut. Kejadian itu membuat Townsend menyadari betapa tipis jarak antara dirinya dan cedera serius.
Townsend kini dapat kembali mempersiapkan diri bersama Prachuap setelah hanya mengalami sejumlah memar ringan. Insiden di Thailand tersebut menjadi sorotan bukan hanya karena melibatkan mantan pemain Premier League, tetapi juga karena risiko keselamatan yang muncul ketika peralatan berat beroperasi di dekat pemain. Fakta bahwa Townsend mampu berdiri, melanjutkan pemanasan, dan kemudian bermain membuat akhir kejadian tersebut jauh berbeda dari gambaran mengerikan dalam rekaman video. Ia pun menegaskan insiden itu tidak menghentikan keinginannya untuk terus bermain sepak bola. Setelah melewati kejadian tersebut tanpa cedera serius, Townsend kini bersiap melanjutkan musimnya bersama Prachuap di Thai League 1.




