Jakarta, 28 Agustus 2026 – Air Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa di Kota Pontianak, Kalimantan Barat, kembali dikeluhkan warga karena terasa semakin asin. Kondisi tersebut mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, terutama ketika air digunakan untuk mandi hingga menyikat gigi.
Sejumlah warga mengaku telah merasakan perubahan kualitas air selama sekitar satu bulan terakhir. Rasa asin disebut semakin kuat dalam beberapa waktu belakangan, sementara sebagian masyarakat mulai mencari sumber air alternatif untuk memenuhi kebutuhan tertentu.
Air Terasa Lengket Saat Dipakai Mandi
Salah seorang warga Pontianak, Fahrul Azmi, mengatakan perubahan kualitas air paling terasa ketika digunakan untuk mandi. Menurutnya, sabun menjadi lebih sulit berbusa dan tubuh terasa lebih lengket setelah mandi.
Kondisi tersebut membuat aktivitas mandi menjadi kurang nyaman. Air yang sebelumnya biasa digunakan untuk kebutuhan sehari-hari kini terasa berbeda sehingga warga harus beradaptasi.
Fahrul mengatakan rasa asin juga semakin mengganggu ketika air digunakan untuk berkumur setelah menyikat gigi.
Warga Pilih Air Galon untuk Sikat Gigi
Karena merasa tidak nyaman dengan rasa air PDAM, Fahrul memilih menggunakan air galon untuk menyikat gigi. Ia khawatir dengan kondisi air yang semakin asin dan tidak nyaman ketika digunakan untuk berkumur.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa persoalan kualitas air tidak hanya berdampak pada kenyamanan, tetapi juga membuat sebagian warga harus mengeluarkan biaya tambahan untuk mendapatkan air yang lebih layak digunakan.
Warga berharap pemerintah daerah dan pihak pengelola air segera memberikan solusi agar kualitas air kembali normal.
Kadar Garam Sungai Kapuas Meningkat
Meningkatnya rasa asin pada air PDAM berkaitan dengan kondisi Sungai Kapuas yang menjadi salah satu sumber utama air baku Pontianak. Musim kemarau membuat debit air sungai menurun sehingga air laut lebih mudah masuk ke wilayah sungai ketika pasang.
Pemerintah Kota Pontianak menyebut kadar garam air baku bahkan telah mencapai lebih dari 5.000 miligram per liter. Angka tersebut jauh di atas batas yang disebut pemerintah untuk kebutuhan air bersih, sehingga kondisi sumber air baku menjadi tantangan serius.
Intrusi air laut terutama menjadi persoalan ketika pasang terjadi dan tekanan air tawar dari hulu melemah akibat minimnya hujan.
Waduk Penepat Jadi Sumber Air Cadangan
Untuk menghadapi kondisi tersebut, Pemkot Pontianak mengandalkan Waduk Penepat di Kabupaten Kubu Raya sebagai salah satu sumber air baku cadangan. Air dari waduk tersebut terhubung ke instalasi PDAM Imam Bonjol melalui jaringan pipa sekitar 30 kilometer.
Pemanfaatan sumber air cadangan diharapkan dapat membantu menjaga kualitas air yang didistribusikan kepada masyarakat ketika kadar garam Sungai Kapuas meningkat.
Pemerintah juga mengimbau masyarakat agar menggunakan air secara hemat selama kondisi kemarau berlangsung.
Air Tawar Gratis Disiapkan
Pemkot Pontianak juga menyiapkan air tawar gratis bagi masyarakat yang membutuhkan, terutama untuk kebutuhan minum. Warga dapat mengambil air dengan membawa galon atau wadah sendiri di sejumlah titik yang telah disiapkan.
Selain itu, mobil tangki disiapkan untuk mendistribusikan air tawar ke kawasan yang membutuhkan. Prioritas diberikan untuk kebutuhan konsumsi masyarakat.
Langkah tersebut menjadi upaya darurat pemerintah untuk membantu warga di tengah memburuknya kualitas air baku.
Pasokan Air Tetap Berjalan
Di tengah persoalan kadar garam yang meningkat, PDAM Tirta Khatulistiwa memastikan produksi dan distribusi air kepada pelanggan tetap berlangsung. Dari sisi kuantitas, pasokan disebut masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Namun, kualitas air menjadi persoalan yang perlu segera ditangani karena air digunakan masyarakat untuk berbagai kebutuhan sehari-hari.
Kondisi tersebut juga menunjukkan pentingnya sumber air alternatif, terutama ketika musim kemarau berlangsung lebih panjang.
Warga Menunggu Solusi
Warga berharap kondisi air asin tidak berlangsung terlalu lama. Selain mengganggu kenyamanan, penggunaan air alternatif untuk minum dan kebutuhan tertentu juga dapat menambah pengeluaran rumah tangga.
Pemerintah bersama PDAM terus mencari cara untuk menjaga pasokan dan kualitas air, termasuk memanfaatkan sumber air cadangan serta mendistribusikan air tawar secara langsung.
Air PDAM Pontianak kembali terasa semakin asin akibat meningkatnya kadar garam di Sungai Kapuas selama musim kemarau. Warga mengeluhkan sabun sulit berbusa dan tubuh terasa lengket setelah mandi, bahkan sebagian memilih menggunakan air galon untuk menyikat gigi. Pemerintah Kota Pontianak pun menyiapkan air tawar gratis dan distribusi melalui mobil tangki untuk membantu masyarakat terdampak.





