Jakarta, 17 September 2026 – Timnas Indonesia resmi memiliki jersey ketiga terbaru untuk edisi 2026 setelah Kelme memperkenalkan seragam alternatif Skuad Garuda pada Kamis, 17 September 2026. Jersey tersebut langsung menarik perhatian karena menggunakan warna biru muda sebagai warna dominan, berbeda dari identitas merah pada seragam kandang dan putih pada kostum tandang. Desain anyar itu mengambil inspirasi dari kekayaan alam Nusantara dengan laut Indonesia menjadi salah satu elemen utama yang diterjemahkan melalui pemilihan warna. Selain warna biru, jersey dihiasi motif kuncup bunga melati yang disusun secara vertikal untuk memperkuat identitas Indonesia. Kehadiran jersey ketiga ini bertepatan dengan persiapan Timnas Indonesia menuju FIFA ASEAN Cup 2026 yang akan berlangsung di Indonesia pada akhir September hingga awal Oktober. Kelme berharap turnamen tersebut dapat menjadi panggung pertama bagi para pemain Skuad Garuda untuk mengenakan seragam alternatif terbaru di pertandingan resmi.
Pemilihan warna biru menjadi salah satu bagian paling mencolok karena memberikan karakter berbeda dibandingkan dua jersey utama Timnas Indonesia yang telah diperkenalkan sebelumnya. Warna tersebut mengambil inspirasi dari laut yang menghubungkan berbagai wilayah Indonesia sebagai negara kepulauan. Biru juga membawa makna kepercayaan dan harmoni yang kemudian dikaitkan dengan semangat persatuan dalam mendukung tim nasional. Konsep tersebut membuat jersey tidak sekadar hadir sebagai seragam pertandingan alternatif, tetapi juga membawa representasi geografis Indonesia yang memiliki wilayah perairan sangat luas. Tema laut kemudian dipadukan dengan pendekatan desain modern sehingga kostum tetap memiliki karakter yang mudah dikenali. Nuansa biru muda membuat penampilan jersey ketiga terlihat kontras ketika dibandingkan dengan kostum merah dan putih yang selama ini lebih melekat pada Skuad Garuda.
Identitas Indonesia juga diperkuat melalui penggunaan motif bunga melati yang dikenal sebagai salah satu puspa bangsa. Kelme memilih menggambarkan bunga tersebut dalam bentuk kuncup, bukan melati yang telah mekar sepenuhnya. Kuncup melati digunakan sebagai simbol proses pertumbuhan dan perkembangan yang masih terus berlangsung. Filosofi itu kemudian dikaitkan dengan perjalanan sepak bola Indonesia yang terus berusaha berkembang dan mencapai pencapaian lebih tinggi di tingkat internasional. Melati sekaligus membawa nilai kesucian dan kemurnian yang menjadi bagian dari gagasan utama desain jersey tersebut. Perpaduan antara unsur laut dan bunga melati membuat desain jersey ketiga menggabungkan identitas geografis dengan simbol flora nasional dalam satu tampilan.
Tidak hanya mengandalkan filosofi desain, aspek material turut mendapatkan perhatian dalam pengembangan jersey ketiga Timnas Indonesia. Seragam tersebut tersedia dalam versi Player Issue dan Replica Issue dengan karakter yang disesuaikan untuk kebutuhan pemain maupun pendukung. Material jacquard dinamis digunakan dengan karakter ringan, memiliki sirkulasi udara yang baik, dan cepat kering sehingga disesuaikan dengan kondisi panas serta kelembapan di Indonesia. Untuk versi Player Issue, terdapat teknologi K-TechFit dan DrySport+ Fabric yang dirancang mendukung sirkulasi udara sekaligus membantu pengelolaan keringat ketika pemain bergerak aktif. Detail pada bagian kerah juga dibuat untuk memberikan karakter berbeda melalui pendekatan V-Neck maupun Polo Collar. Kombinasi tersebut memperlihatkan upaya menjadikan jersey sebagai perlengkapan pertandingan sekaligus produk yang dapat digunakan dalam aktivitas sehari-hari.
Peluncuran jersey ketiga dilakukan menjelang agenda penting Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026. Indonesia akan menjadi tuan rumah turnamen tersebut dengan pertandingan digelar di Jakarta dan Bandung. Kehadiran kostum alternatif memberikan pilihan tambahan bagi tim apabila diperlukan dalam pertandingan, terutama ketika terdapat kebutuhan membedakan warna seragam dengan lawan. Kelme juga menyampaikan harapan agar kompetisi tersebut menjadi momentum perdana jersey biru digunakan para pemain Timnas Indonesia di lapangan. Selain menjadi perlengkapan teknis, penggunaan jersey baru dalam sebuah turnamen dapat memperkenalkan identitas desain tersebut kepada publik yang lebih luas. Perhatian terhadap seragam tim nasional biasanya meningkat ketika kostum dikenakan langsung dalam pertandingan kompetitif.
Jersey ketiga tersebut juga dirancang dengan mempertimbangkan penggunaannya oleh para pendukung Timnas Indonesia. Desain dibuat lebih modern dan muda sehingga tidak hanya diposisikan sebagai pakaian olahraga yang dikenakan ketika menyaksikan pertandingan. Karakter biru muda memberikan alternatif bagi suporter yang menginginkan warna berbeda dari merah dan putih yang selama ini mendominasi produk resmi Skuad Garuda. Versi Replica Issue disiapkan untuk memenuhi kebutuhan tersebut, sementara Player Issue menawarkan spesifikasi yang lebih mendekati perlengkapan yang digunakan pemain. Untuk versi Player Issue lengan pendek, harga yang diperkenalkan berada di angka Rp1.449.000 dan sudah disertai kotak eksklusif. Sementara itu, Replica Issue lengan pendek dipasarkan dengan harga Rp749.000 tanpa kotak eksklusif.
Peluncuran seragam alternatif ini melengkapi rangkaian jersey Timnas Indonesia bersama Kelme pada 2026. Sebelumnya, apparel asal Spanyol tersebut telah memperkenalkan perlengkapan utama Skuad Garuda dengan merah sebagai warna jersey kandang dan putih untuk seragam tandang. Koleksi tersebut juga mencakup perlengkapan untuk penjaga gawang serta kebutuhan tim nasional lainnya. Hadirnya jersey ketiga membuat pilihan seragam semakin lengkap sekaligus memberi ruang lebih luas untuk eksplorasi desain yang berbeda dari identitas utama merah-putih. Kendati menggunakan warna biru, unsur Indonesia tetap dipertahankan melalui filosofi laut dan motif melati yang menjadi bagian penting dalam rancangan. Pendekatan tersebut membuat perubahan warna tidak menghilangkan identitas nasional yang ingin ditampilkan melalui kostum.
Jersey ketiga Timnas Indonesia mulai tersedia bersamaan dengan peluncurannya pada 17 September 2026. Produk tersebut dipasarkan dalam dua kategori utama sehingga pendukung dapat memilih berdasarkan spesifikasi yang diinginkan. Kehadirannya menjelang turnamen internasional di kandang sendiri juga membuat peluncuran berlangsung pada momentum ketika perhatian terhadap Skuad Garuda mulai meningkat. Timnas Indonesia akan menjalani rangkaian pertandingan FIFA ASEAN Cup dengan dukungan langsung publik di Indonesia. Apabila jersey ketiga digunakan dalam turnamen tersebut, kostum biru akan mendapatkan kesempatan tampil untuk pertama kalinya dalam atmosfer pertandingan kompetitif. Hal itu sekaligus menjadi momen untuk melihat bagaimana desain dan material terbaru tersebut tampil ketika dikenakan langsung oleh para pemain.
Perubahan warna pada jersey ketiga memperlihatkan pendekatan berbeda dalam menerjemahkan identitas Timnas Indonesia tanpa meninggalkan unsur kebangsaan. Laut dipilih untuk menggambarkan karakter Indonesia sebagai negara kepulauan sekaligus simbol penghubung berbagai wilayah, sedangkan kuncup melati merepresentasikan proses pertumbuhan yang terus berjalan. Dua unsur tersebut kemudian diterjemahkan menjadi kostum berwarna biru muda dengan karakter modern yang dapat dikenakan pemain maupun pendukung. Peluncurannya menjelang FIFA ASEAN Cup 2026 membuat perhatian berikutnya tertuju pada kemungkinan jersey tersebut digunakan Skuad Garuda ketika menjalani pertandingan. Bagi Timnas Indonesia, kehadiran seragam ketiga juga menambah pilihan kostum sekaligus menghadirkan identitas visual baru pada 2026. Jersey biru tersebut kini menjadi bagian dari koleksi resmi Skuad Garuda yang membawa perpaduan antara kebutuhan pertandingan, desain modern, dan simbol kekayaan alam Indonesia.





