Jakarta, 9 September 2026 – PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) memberikan penjelasan mengenai peluang divestasi kepemilikan sahamnya di PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN). Manajemen menegaskan hingga saat ini belum terdapat keputusan untuk melepas investasi tersebut karena AMMN masih dipandang sebagai aset strategis yang memberikan kontribusi positif bagi MedcoEnergi. Prospek komoditas tembaga dan emas yang dinilai tetap menjanjikan menjadi salah satu alasan perusahaan mempertahankan kepemilikannya. Meski demikian, opsi monetisasi tidak sepenuhnya ditutup apabila pada masa mendatang terdapat kesempatan yang mampu memberikan nilai optimal bagi perseroan dan pemegang saham. Setiap keputusan nantinya akan mempertimbangkan valuasi, waktu transaksi, kondisi pasar, dan manfaat finansial yang dapat diperoleh.
Direktur dan Chief Financial Officer MedcoEnergi Benny Setiawan menjelaskan posisi perusahaan tersebut dalam agenda Public Expose Live 2026 pada Rabu, 9 September 2026. Menurutnya, investasi MedcoEnergi di Amman Mineral selama ini telah memberikan kontribusi yang baik terhadap perusahaan. Selain kontribusi finansial, kepemilikan tersebut memberikan eksposur MedcoEnergi terhadap bisnis pertambangan tembaga dan emas. Kedua komoditas tersebut masih mempunyai prospek jangka panjang yang menarik seiring meningkatnya kebutuhan mineral untuk industri dan transisi energi. Kondisi tersebut membuat perusahaan tidak terburu-buru mengambil keputusan mengenai pelepasan saham AMMN.
Berdasarkan laporan pemegang saham AMMN per akhir Agustus 2026, MedcoEnergi tercatat mempunyai 15.167.510.552 saham. Jumlah tersebut setara dengan sekitar 20,91 persen dari keseluruhan saham Amman Mineral Internasional. Kepemilikan sebesar itu menempatkan investasi AMMN sebagai salah satu aset penting dalam portofolio MedcoEnergi di luar bisnis utama minyak, gas, dan ketenagalistrikan. Dengan harga saham AMMN sekitar Rp4.690 per saham pada perdagangan 9 September, nilai pasar kepemilikan tersebut dapat mencapai sekitar Rp71 triliun. Nilai tersebut dapat berubah mengikuti pergerakan harga saham AMMN di pasar.
Besarnya nilai kepemilikan tersebut membuat kemungkinan divestasi atau monetisasi AMMN menjadi perhatian investor. Pelepasan sebagian maupun seluruh saham secara teoritis dapat menghasilkan likuiditas dalam jumlah besar bagi MedcoEnergi. Dana tersebut dapat digunakan untuk berbagai kepentingan korporasi, mulai dari memperkuat neraca, mengurangi utang, membiayai proyek baru, hingga memberikan nilai kepada pemegang saham. Namun, keputusan seperti itu juga berarti perusahaan harus mempertimbangkan hilangnya potensi kontribusi AMMN pada masa mendatang. Karena itu, manajemen menempatkan valuasi sebagai salah satu faktor utama sebelum menentukan apakah monetisasi layak dilakukan.
Benny menegaskan opsi monetisasi pada dasarnya selalu tersedia dalam pengelolaan investasi perusahaan. Namun, keberadaan opsi tersebut tidak berarti MedcoEnergi sedang menjalankan proses penjualan saham AMMN. Manajemen masih harus melakukan kajian menyeluruh mengenai valuasi yang tepat, momentum transaksi, serta manfaat yang akan diterima pemegang saham MEDC. Apabila nilai yang ditawarkan tidak mencerminkan potensi jangka panjang aset, mempertahankan kepemilikan dapat menjadi pilihan yang lebih menguntungkan. Sebaliknya, monetisasi dapat dipertimbangkan apabila kondisi pasar memberikan peluang menghasilkan nilai yang lebih besar bagi perusahaan.
MedcoEnergi juga memastikan setiap keputusan material mengenai kepemilikan tersebut akan diumumkan kepada publik sesuai ketentuan pasar modal. Sikap tersebut penting karena nilai investasi AMMN cukup besar dibandingkan berbagai komponen keuangan perseroan lainnya. Perubahan signifikan terhadap porsi kepemilikan berpotensi memengaruhi struktur aset maupun persepsi investor terhadap MEDC. Karena itu, manajemen tidak ingin memberikan kepastian mengenai divestasi sebelum seluruh kajian selesai dilakukan. Hingga saat ini, posisi perusahaan tetap menempatkan AMMN sebagai investasi strategis.
Amman Mineral sendiri menjadi salah satu sumber diversifikasi bisnis bagi MedcoEnergi. Selain mempunyai portofolio minyak dan gas yang tersebar di sejumlah wilayah, MedcoEnergi mendapatkan eksposur terhadap bisnis pertambangan mineral melalui kepemilikannya di AMMN. Diversifikasi tersebut membuat perusahaan tidak sepenuhnya bergantung pada pergerakan harga minyak dan gas. Ketika harga tembaga atau emas berada dalam kondisi kuat, kontribusi bisnis mineral dapat membantu memperkuat kinerja grup. Sebaliknya, volatilitas harga komoditas tetap menjadi risiko yang harus diperhitungkan dalam menentukan nilai investasi.
Prospek tembaga menjadi salah satu pertimbangan utama perusahaan mempertahankan AMMN. Permintaan terhadap tembaga diperkirakan tetap kuat dalam jangka panjang karena penggunaannya yang luas dalam jaringan listrik, kendaraan listrik, pembangunan infrastruktur, pusat data, dan berbagai teknologi energi. Emas juga tetap mempunyai posisi penting sebagai aset investasi sekaligus bahan baku sejumlah industri. Kombinasi dua komoditas tersebut membuat aset pertambangan AMMN dinilai mempunyai karakter strategis. MedcoEnergi karena itu melihat kepemilikannya bukan sekadar investasi finansial jangka pendek.
Dalam paparan kinerja perusahaan, Amman Mineral tercatat menghasilkan sekitar 101 juta pon tembaga dan 136.000 ons emas pada kuartal pertama 2026. Panduan produksi sepanjang tahun dipertahankan sekitar 485 juta pon tembaga dan 579.000 ons emas. Perkembangan produksi tersebut akan menjadi salah satu faktor yang menentukan kontribusi AMMN terhadap MedcoEnergi. Selain volume produksi, harga jual tembaga dan emas juga mempunyai pengaruh besar terhadap pendapatan serta laba perusahaan tambang tersebut. Perubahan kombinasi kedua faktor itu pada akhirnya ikut memengaruhi nilai ekonomis kepemilikan MEDC.
Di sisi lain, MedcoEnergi sedang menjalankan berbagai proyek minyak dan gas yang membutuhkan belanja modal cukup besar. Produksi migas perusahaan pada semester pertama 2026 mencapai sekitar 170.100 barel setara minyak per hari atau BOEPD, meningkat sekitar 19 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Perseroan juga mengembangkan sejumlah proyek untuk mempertahankan produksi pada tahun-tahun berikutnya. Dalam kondisi tersebut, aset bernilai besar seperti kepemilikan AMMN secara teoritis dapat memberikan fleksibilitas pendanaan apabila perusahaan membutuhkan sumber modal tambahan. Namun, manajemen belum memberikan indikasi bahwa kebutuhan pembiayaan proyek akan menjadi alasan untuk segera melakukan divestasi.
Pertimbangan lain adalah kemampuan AMMN memberikan kontribusi terhadap kinerja MedcoEnergi dalam jangka panjang. Ketika perusahaan investasi menghasilkan laba dan mempunyai prospek pertumbuhan, mempertahankan kepemilikan dapat memberikan keuntungan yang lebih besar dibandingkan menjual aset terlalu dini. MedcoEnergi karena itu perlu membandingkan nilai sekarang yang dapat diperoleh melalui monetisasi dengan potensi manfaat apabila saham tetap dipertahankan. Perhitungan tersebut juga harus memasukkan kondisi pasar modal, harga komoditas, prospek operasional AMMN, dan kebutuhan modal MEDC sendiri. Kompleksitas inilah yang membuat keputusan divestasi tidak dapat hanya didasarkan pada tingginya nilai pasar saham.
Dengan kepemilikan sekitar 20,91 persen, MedcoEnergi saat ini belum menunjukkan rencana konkret untuk keluar dari Amman Mineral. Perusahaan tetap memandang investasi tersebut strategis karena kontribusinya terhadap kinerja serta prospek emas dan tembaga yang masih menarik. Meski begitu, manajemen mempertahankan fleksibilitas untuk melakukan monetisasi apabila pada masa mendatang terdapat valuasi dan momentum yang mampu menghasilkan manfaat lebih besar bagi pemegang saham. Investor karena itu masih perlu menunggu keputusan resmi sebelum menyimpulkan bahwa divestasi AMMN akan dilakukan. Untuk sementara, strategi MedcoEnergi adalah mempertahankan aset tersebut sambil terus mengevaluasi peluang yang dapat memberikan nilai terbaik bagi perusahaan dan pemegang sahamnya.




