Liverpool, 30 Agustus 2026 – Liverpool kembali gagal meraih kemenangan setelah ditahan Nottingham Forest 2-2 di Anfield pada pekan kedua Premier League 2026/27. Hasil tersebut membuat The Reds mengawali musim dengan dua hasil imbang beruntun setelah sebelumnya bermain 2-2 melawan Newcastle United.
Kondisi tersebut membuat legenda Liverpool, Steven Gerrard, angkat bicara. Ia menilai persoalan utama yang sedang dihadapi tim bukan semata-mata kualitas teknik atau kemampuan individu pemain, melainkan mentalitas dan ketangguhan ketika menghadapi duel di lapangan.
Menurut Gerrard, Liverpool memiliki pemain-pemain dengan kualitas teknis dan bakat yang cukup untuk bersaing di level tertinggi. Namun, skuad asuhan Andoni Iraola dinilai masih membutuhkan karakter yang lebih kuat ketika pertandingan berlangsung keras dan membutuhkan perebutan bola secara agresif.
Gerrard bahkan menggambarkan Liverpool sebagai tim yang “terlalu baik” dalam menghadapi lawan. Menurutnya, pemain harus memiliki sisi yang lebih agresif dan berani dalam duel agar tidak mudah kehilangan kendali permainan.
Penilaian tersebut muncul setelah Liverpool kembali harus mengejar ketertinggalan. Nottingham Forest membuka keunggulan melalui Dan Ndoye pada menit ke-24. Liverpool kemudian menyamakan kedudukan lewat Alexander Isak pada babak kedua.
Forest kembali unggul melalui penalti Morgan Gibbs-White. Liverpool akhirnya terhindar dari kekalahan setelah Victor Muñoz mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-82.
Gerrard menilai situasi tersebut menunjukkan Liverpool masih membutuhkan ketangguhan lebih besar. Bukan hanya ketika menguasai bola, tetapi juga saat harus memenangkan perebutan bola, menghadapi tekanan lawan, dan menghentikan serangan sebelum berkembang menjadi peluang.
Masalah mentalitas itu juga terlihat dari cara Liverpool memulai pertandingan. Iraola sendiri mengakui timnya tampil kurang intens pada babak pertama dan kembali memiliki persoalan dalam memulai pertandingan dengan agresivitas yang dibutuhkan.
Liverpool memang mampu memperbaiki permainan setelah turun minum. Namun, kemampuan bangkit setelah tertinggal belum cukup untuk memberikan tiga poin. Dua pertandingan awal musim justru berakhir dengan skor identik 2-2.
Selain persoalan karakter, Gerrard sebelumnya juga menyoroti keseimbangan skuad Liverpool. Ia menilai tim masih membutuhkan gelandang bertahan spesialis untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan pemain dengan karakter seperti Fabinho.
Kebutuhan tersebut menjadi semakin relevan jika Liverpool ingin bermain dengan intensitas tinggi. Seorang gelandang bertahan dapat memberikan perlindungan di depan lini belakang sekaligus membantu tim memenangkan duel dan mengontrol transisi ketika kehilangan bola.
Di sisi lain, hasil imbang melawan Forest memperlihatkan bahwa Liverpool sebenarnya memiliki kemampuan untuk merespons tekanan. Isak mencetak gol pertamanya untuk klub pada pertandingan tersebut, sementara Muñoz tampil sebagai penyelamat dengan gol penyeimbang pada menit-menit akhir.
Namun, bagi Gerrard, kualitas individu saja tidak cukup untuk membawa Liverpool bersaing memperebutkan trofi. Tim membutuhkan mentalitas yang lebih kuat agar tidak terus kehilangan poin ketika menghadapi pertandingan yang berlangsung ketat.
Dengan dua poin dari dua pertandingan, Liverpool masih berada di posisi ke-10 klasemen sementara. Iraola kini menghadapi pekerjaan besar untuk memperbaiki organisasi permainan, meningkatkan intensitas sejak awal laga, sekaligus membangun karakter kompetitif dalam skuadnya.
Peringatan Gerrard tersebut menjadi sinyal bagi Liverpool bahwa perbaikan tidak hanya diperlukan dari sisi taktik. Jika ingin kembali menjadi penantang serius gelar, The Reds perlu menunjukkan keberanian, agresivitas, dan ketangguhan yang lebih besar dalam setiap duel.




